Sokai Developer
Kota Dumai Riau    sokaideveloper@gmail.com
Senin - Sabtu 08:00 - 17:00 Wib   |   Minggu Libur
NEWS
OMAK ABAH: LAGU RINDU YANG TAK PERNAH SELESAI      Nikmatnya Menjalani Hidup dengan Selalu Bersyukur      Mengenal Perbedaan SSD M.2 dengan Satu dan Dua Lekukan      Distribusi Internet Melalui Satelit Starlink, Begini Cara Jaringan Dikirim ke Pengguna      Teknologi Radar Kuantum Suhu Ruang Mulai Dikembangkan, Belum Hadir sebagai Produk Pasar      Lepikal Eka Putra Hadirkan Lagu “Urang Nun Tidu’o” dengan Lirik Bernuansa Romantis      Hancuo Munabuo, Karya Lephi Khan yang Membawa Bahasa Daerah ke Dunia Musik Rokan Hulu      Lephi Khan dan Perjuangan Menghidupkan Lagu Daerah Rokan Hulu      Pulang Sekolah dan Kenangan Mencari Ikan di Parit — 1995      OJS dan Ancaman Peretasan: Mengapa Situs Jurnal Ilmiah Sering Menjadi Sasaran?      OMAK ABAH: LAGU RINDU YANG TAK PERNAH SELESAI      Nikmatnya Menjalani Hidup dengan Selalu Bersyukur      Mengenal Perbedaan SSD M.2 dengan Satu dan Dua Lekukan      Distribusi Internet Melalui Satelit Starlink, Begini Cara Jaringan Dikirim ke Pengguna      Teknologi Radar Kuantum Suhu Ruang Mulai Dikembangkan, Belum Hadir sebagai Produk Pasar      Lepikal Eka Putra Hadirkan Lagu “Urang Nun Tidu’o” dengan Lirik Bernuansa Romantis      Hancuo Munabuo, Karya Lephi Khan yang Membawa Bahasa Daerah ke Dunia Musik Rokan Hulu      Lephi Khan dan Perjuangan Menghidupkan Lagu Daerah Rokan Hulu      Pulang Sekolah dan Kenangan Mencari Ikan di Parit — 1995      OJS dan Ancaman Peretasan: Mengapa Situs Jurnal Ilmiah Sering Menjadi Sasaran?     

Mengimba Ikan Bada, Tradisi Menangkap Ikan di Sungai Rokan

16 Jul 2026
Sokai Developer
62 dilihat
0 komentar
Headline, Kenangan

Di sepanjang aliran Sungai Rokan, masyarakat sejak dahulu memiliki berbagai cara tradisional untuk menangkap ikan. Salah satu yang masih dikenang hingga kini adalah mengimba ikan bada, sebuah teknik menangkap ikan secara bergotong royong yang memanfaatkan imba, yaitu alat yang dibuat dari gulungan daun pisang, daun kelapa, dan daun kayu yang disambung memanjang hingga membentuk gulungan besar seperti tali.

Mengimba biasanya dilakukan saat musim kemarau ketika air Sungai Rokan surut. Di tengah sungai akan muncul hamparan pasir, batu, dan kerikil yang membentuk pulau-pulau kecil. Kondisi air yang dangkal membuat ikan bada berkumpul di sekitar aliran yang sempit sehingga lebih mudah diarahkan.

Imba dibuat dengan cara menyambung daun pisang, daun kelapa, dan daun kayu menjadi gulungan panjang yang padat dan berbentuk bulat. Panjang imba umumnya sekitar 6 meter. Alat ini tidak berfungsi sebagai jaring, melainkan sebagai pembatas yang menghalau ikan agar bergerak menuju tepi pasir atau daratan kecil di tengah sungai.

Dalam proses mengimba, diperlukan kerja sama beberapa orang. Seorang memegang langsung ujung imba, seorang lagi memegang pangkal imba, sementara tiga orang lainnya berada di bagian tengah luar imba untuk mendorongnya perlahan menuju hamparan pasir di tengah sungai. Semua orang memegang langsung badan imba tanpa menggunakan tali. Gerakan dilakukan perlahan dan serempak agar ikan tidak lolos keluar dari celah.

Ikan yang menjadi sasaran adalah ikan bada, yaitu ikan sungai berukuran kecil berwarna putih keperakan yang hidup bergerombol. Saat didorong menuju perairan dangkal, ikan-ikan tersebut akan berkumpul di depan imba sehingga mudah ditangkap menggunakan tangan, serok, atau alat tangkap sederhana lainnya.

Tradisi mengimba bukan hanya tentang mencari ikan untuk kebutuhan keluarga, tetapi juga menjadi lambang kebersamaan masyarakat tepian Sungai Rokan. Anak-anak, pemuda, hingga orang tua ikut membantu sesuai kemampuannya. Suasana penuh canda, tawa, dan semangat gotong royong menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Saat ini, tradisi mengimba ikan bada mulai jarang dijumpai karena perubahan kondisi sungai, penggunaan alat tangkap modern, serta berkurangnya masyarakat yang masih mempertahankan cara-cara tradisional. Meskipun demikian, mengimba tetap menjadi warisan budaya yang patut dilestarikan sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Sungai Rokan.

Melalui dokumentasi dan pengenalan kepada generasi muda, tradisi mengimba ikan bada diharapkan tetap dikenang sebagai salah satu kekayaan budaya Melayu Rokan yang menunjukkan keharmonisan manusia dengan alam serta kuatnya nilai gotong royong dalam kehidupan masyarakat.


Bagikan Artikel
Artikel Terkait

Belum ada artikel terkait.

Komentar (0)


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.