Sebelum permainan modern hadir di genggaman, alam telah lebih dulu menjadi taman bermain bagi anak-anak kampung. Di pinggir hutan, tidak jauh dari perkampungan, tumbuh sebatang pohon yang setiap musimnya menghasilkan buah kecil berwarna hijau yang oleh anak-anak dikenal sebagai buah putar.
Ketika buahnya mulai tua, satu per satu akan jatuh memenuhi tanah di bawah pohonnya. Hamparan buah berserakan itu menjadi pertanda bahwa musim bermain telah tiba. Seusai pulang sekolah atau ketika sore mulai teduh, anak-anak berlarian menuju pohon tersebut untuk memungut buah-buah terbaik.
Yang dicari bukan buah yang sembarang. Anak-anak akan memilih buah yang bentuknya bulat, keras, dan masih utuh karena dipercaya mampu berputar lebih lama. Dengan sedikit sentuhan jari, buah itu diputar di atas tanah yang rata layaknya sebuah gasing.
Tak lama kemudian, halaman di bawah pohon berubah menjadi arena perlombaan sederhana. Gelak tawa memenuhi udara saat setiap anak mencoba memutar buah miliknya sekuat mungkin. Sorakan pun terdengar setiap kali ada buah yang terus berputar tanpa henti.
"Siapa yang paling lama berputar, dialah pemenangnya."
Aturan permainannya sangat sederhana, tetapi menghadirkan kegembiraan yang luar biasa. Tidak ada hadiah, tidak ada piala, hanya rasa bangga karena berhasil mengalahkan putaran teman-teman yang lain.
Kini, permainan itu mulai jarang terlihat. Anak-anak lebih akrab dengan layar ponsel dibandingkan bermain di bawah pohon. Namun bagi mereka yang pernah mengalaminya, kenangan memungut buah putar di tanah, membersihkannya dengan ujung baju, lalu memutarnya hingga berputar lama di atas tanah akan selalu tersimpan dalam ingatan.
Permainan sederhana itu mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak selalu harus dibeli. Alam telah menyediakan hiburan, persahabatan, sekaligus pelajaran tentang kreativitas. Sebuah buah kecil yang jatuh di pinggir hutan telah menjadi saksi indahnya masa kecil anak-anak kampung—masa ketika tawa terdengar lebih nyaring daripada bunyi notifikasi, dan kebersamaan jauh lebih berharga daripada apa pun.
Belum ada artikel terkait.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.