Sokai Developer
Kota Dumai Riau    sokaideveloper@gmail.com
Senin - Sabtu 08:00 - 17:00 Wib   |   Minggu Libur
NEWS
OMAK ABAH: LAGU RINDU YANG TAK PERNAH SELESAI      Nikmatnya Menjalani Hidup dengan Selalu Bersyukur      Mengenal Perbedaan SSD M.2 dengan Satu dan Dua Lekukan      Distribusi Internet Melalui Satelit Starlink, Begini Cara Jaringan Dikirim ke Pengguna      Teknologi Radar Kuantum Suhu Ruang Mulai Dikembangkan, Belum Hadir sebagai Produk Pasar      Lepikal Eka Putra Hadirkan Lagu “Urang Nun Tidu’o” dengan Lirik Bernuansa Romantis      Hancuo Munabuo, Karya Lephi Khan yang Membawa Bahasa Daerah ke Dunia Musik Rokan Hulu      Lephi Khan dan Perjuangan Menghidupkan Lagu Daerah Rokan Hulu      Pulang Sekolah dan Kenangan Mencari Ikan di Parit — 1995      OJS dan Ancaman Peretasan: Mengapa Situs Jurnal Ilmiah Sering Menjadi Sasaran?      OMAK ABAH: LAGU RINDU YANG TAK PERNAH SELESAI      Nikmatnya Menjalani Hidup dengan Selalu Bersyukur      Mengenal Perbedaan SSD M.2 dengan Satu dan Dua Lekukan      Distribusi Internet Melalui Satelit Starlink, Begini Cara Jaringan Dikirim ke Pengguna      Teknologi Radar Kuantum Suhu Ruang Mulai Dikembangkan, Belum Hadir sebagai Produk Pasar      Lepikal Eka Putra Hadirkan Lagu “Urang Nun Tidu’o” dengan Lirik Bernuansa Romantis      Hancuo Munabuo, Karya Lephi Khan yang Membawa Bahasa Daerah ke Dunia Musik Rokan Hulu      Lephi Khan dan Perjuangan Menghidupkan Lagu Daerah Rokan Hulu      Pulang Sekolah dan Kenangan Mencari Ikan di Parit — 1995      OJS dan Ancaman Peretasan: Mengapa Situs Jurnal Ilmiah Sering Menjadi Sasaran?     

Kenangan Masa SMP: Sepeda Jatuh ke Sungai Saat Pulang Belajar

20 Jul 2026
Sokai Developer
558 dilihat
0 komentar
Headline, Kenangan

Masa-masa SMP dahulu menyimpan banyak cerita yang hingga kini masih dikenang. Saat itu, sarana transportasi belum semudah sekarang. Jalan darat masih terbatas, sehingga sungai menjadi jalur utama untuk bepergian. Sampan kecil menjadi alat transportasi sehari-hari, baik untuk pergi ke sekolah, berkunjung ke kampung tetangga, maupun menghadiri kegiatan belajar bersama.

pada hari Minggu, teman teman datang berkunjung kerumah salah satu teman sekolah yang ada dirakit sekapas menjadi tempat berkumpul untuk belajar bersama. Mereka datang membawa buku pelajaran, alat tulis, dengan mengayuh sepeda hingga ke tepian sungai, kemudian sepeda dinaikkan ke atas sampan. karna saat banjir melanda daratan tempat meninggalkan sepeda sangat jauh dan rawan dari pencurian maka dari itu alat transportasi sepeda dibawa keatas sampan hingga sampai ke rakit tempat tujuan belajar bersama.

Suasana belajar berlangsung penuh keakraban. Mereka saling membantu dan berdiskusi sesekali terdengar canda dan  tawa  sambil menceritakan pengalaman lucu di sekolah. Walaupun belajar di rakit sederhana, semangat mereka untuk menuntut ilmu tidak pernah berkurang.

Beberapa jam kemudian, teman teman berpamitan untuk pulang. Empat buah sampan kecil mulai bergerak meninggalkan rumah rakit. Masing-masing sampan membawa dua orang penumpang beserta sebuah sepeda yang diletakkan melintang di dalam sampan.

Air sungai saat itu masih cukup tinggi karena musim hujan. Arus mengalir pelan, namun sampan harus dikendalikan dengan hati-hati agar tetap seimbang. Di kiri dan kanan sungai tumbuh semak berduri, pohon-pohon besar, dan tanaman rawa yang memenuhi tepian.

Ketika salah satu sampan melewati bagian sungai yang agak sempit, keseimbangannya terganggu. Sepeda yang berada di sisi sampan perlahan bergeser. Sebelum sempat dipegang, sepeda itu terjatuh ke dalam sungai dengan suara "byur" yang cukup keras.

Semua yang berada di sampan terkejut dan ada juga yang tertawa sedangkan pemilik sepeda tersebut mulai panik dan gelisah akibat sepeda tenggelam. Karena sungai cukup dalam, hanya sebagian kecil roda sepeda yang sempat terlihat sebelum akhirnya menghilang ke dasar.

Melihat kejadian itu, teman-teman lainnya segera mendekat untuk memberikan bantuan. Mereka terpaksa menyelam untuk mencari sepeda yang jatuh kedasar sungai, Dengan meraba dasar sungai menggunakan tangan dan kaki, mereka berusaha mencari posisi sepeda yang teraebut.

Beberapa kali mereka menyelam, tetapi belum berhasil menemukannya. Pandangan di dalam air menjadi sangat keruh. Namun mereka tidak menyerah.

Setelah beberapa saat mencari, salah seorang teman merasakan sesuatu yang keras di dasar sungai. Ternyata itu adalah setang sepeda dengan penuh tenaga, ia menariknya ke permukaan sambil dibantu teman-teman yang berada di atas sampan.

Akhirnya sepeda berhasil diangkat kembali. Semua teman bersorak gembira. Walaupun sepeda dipenuhi air sungai, tidak ada bagian yang rusak. lalu kembali melanjutkan perjalanan pulang dengan hati-hati sambil sesekali tertawa mengingat kejadian yang baru saja dialami.

Peristiwa sederhana itu menjadi salah satu kenangan yang tidak pernah terlupakan. Tidak ada telepon genggam untuk mengabadikan momen, tidak ada media sosial untuk membagikan cerita, tetapi kebersamaan, kepedulian, dan semangat saling menolong begitu terasa. Ketika seorang teman mengalami kesulitan, semua datang membantu tanpa diminta.

Kini, setelah puluhan tahun berlalu, sungai yang dahulu menjadi jalur utama transportasi mungkin sudah berubah. Jalan darat telah terbuka, kendaraan bermotor telah menggantikan sampan, dan perjalanan menjadi jauh lebih mudah. Namun, kenangan mendayung sampan bersama teman, belajar pada hari Minggu, serta menyelam mencari sepeda yang jatuh ke sungai tetap menjadi bagian indah dari masa SMP yang selalu menghadirkan senyum setiap kali dikenang.


Bagikan Artikel
Artikel Terkait

Belum ada artikel terkait.

Komentar (0)


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.