Sokai Developer
Kota Dumai Riau    sokaideveloper@gmail.com
Senin - Sabtu 08:00 - 17:00 Wib   |   Minggu Libur
NEWS

Jeruk Maman Menjadi Hidangan Khas Masakan Kampung

08 Aug 2026
Sokai Developer
4 dilihat
0 komentar
Headline, Masakan Kampung

Maman merupakan salah satu tanaman yang dahulu mudah ditemukan di ladang dan lingkungan sekitar kampung. Daunnya dipetik untuk dijadikan bahan makanan.

Setelah dipanen, daun maman dibersihkan terlebih dahulu. Daun dan bagian batang yang akan digunakan kemudian dimasukkan ke dalam wadah, lalu **direndam dengan air**.

Tidak berhenti sampai di situ. Dalam cara pengolahan tradisional yang diwariskan dari orang-orang terdahulu, **sedikit nasi turut dimasukkan ke dalam rendaman**. Setelah itu, maman dibiarkan selama kurang lebih tiga hari.

Selama didiamkan, maman mengalami proses fermentasi. Warnanya berubah, teksturnya menjadi lebih lembut, dan muncul aroma serta rasa asam yang khas.

Tiga hari bukan waktu yang sebentar. Selama itulah maman dibiarkan mengalami perubahan sebelum akhirnya diolah menjadi makanan.

Daun yang awalnya masih segar berubah menjadi lebih layu dan lembut. Rasa khasnya pun mulai muncul.

Bagi yang belum pernah mencoba, mungkin proses ini terdengar tidak biasa. Tetapi bagi penikmatnya, **maman yang sudah melalui proses fermentasi justru lebih nikmat daripada maman yang langsung dimasak.**

Ada rasa asam yang khas, aroma fermentasi yang menggoda, dan tekstur lembut yang membuatnya cocok menjadi teman makan.

Justru kenikmatannya terasa ketika disantap dengan **nasi putih hangat**. Sepiring nasi, jeruk maman, sudah bisa membuat makan bertambah lahap.

Rasa asam dan gurih jeruk maman berpadu dengan nasi hangat. Sedikit rasa pedas dari cabai membuatnya semakin menggugah selera

Cara membuat jeruk maman seperti ini merupakan gambaran sederhana tentang kearifan kuliner masyarakat kampung. Bahan yang tersedia di ladang tidak dibiarkan begitu saja. Dengan pengetahuan yang diwariskan dari generasi sebelumnya, maman diolah melalui proses perendaman dan fermentasi hingga menghasilkan makanan dengan cita rasa yang khas.

Tidak ada bumbu mahal. Tidak perlu peralatan modern. Hanya maman, air, sedikit nasi, waktu, dan kesabaran.

Namun dari kesederhanaan itulah lahir makanan yang punya cerita.

Bagi orang yang belum mengenalnya, prosesnya mungkin terasa aneh. Tetapi bagi yang sudah terbiasa, tiga hari menunggu itulah yang ditunggu-tunggu.

Karena setelah proses tersebut selesai, maman berubah menjadi hidangan yang **asam, khas, lembut, dan nikmat disantap sebagai kawan nasi begitu nikmat rasanya.

Bagikan Artikel
Artikel Terkait

Belum ada artikel terkait.

Komentar (0)


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.