Sokai Developer
Kota Dumai Riau    sokaideveloper@gmail.com
Senin - Sabtu 08:00 - 17:00 Wib   |   Minggu Libur
NEWS
OMAK ABAH: LAGU RINDU YANG TAK PERNAH SELESAI      Nikmatnya Menjalani Hidup dengan Selalu Bersyukur      Mengenal Perbedaan SSD M.2 dengan Satu dan Dua Lekukan      Distribusi Internet Melalui Satelit Starlink, Begini Cara Jaringan Dikirim ke Pengguna      Teknologi Radar Kuantum Suhu Ruang Mulai Dikembangkan, Belum Hadir sebagai Produk Pasar      Lepikal Eka Putra Hadirkan Lagu “Urang Nun Tidu’o” dengan Lirik Bernuansa Romantis      Hancuo Munabuo, Karya Lephi Khan yang Membawa Bahasa Daerah ke Dunia Musik Rokan Hulu      Lephi Khan dan Perjuangan Menghidupkan Lagu Daerah Rokan Hulu      Pulang Sekolah dan Kenangan Mencari Ikan di Parit — 1995      OJS dan Ancaman Peretasan: Mengapa Situs Jurnal Ilmiah Sering Menjadi Sasaran?      OMAK ABAH: LAGU RINDU YANG TAK PERNAH SELESAI      Nikmatnya Menjalani Hidup dengan Selalu Bersyukur      Mengenal Perbedaan SSD M.2 dengan Satu dan Dua Lekukan      Distribusi Internet Melalui Satelit Starlink, Begini Cara Jaringan Dikirim ke Pengguna      Teknologi Radar Kuantum Suhu Ruang Mulai Dikembangkan, Belum Hadir sebagai Produk Pasar      Lepikal Eka Putra Hadirkan Lagu “Urang Nun Tidu’o” dengan Lirik Bernuansa Romantis      Hancuo Munabuo, Karya Lephi Khan yang Membawa Bahasa Daerah ke Dunia Musik Rokan Hulu      Lephi Khan dan Perjuangan Menghidupkan Lagu Daerah Rokan Hulu      Pulang Sekolah dan Kenangan Mencari Ikan di Parit — 1995      OJS dan Ancaman Peretasan: Mengapa Situs Jurnal Ilmiah Sering Menjadi Sasaran?     

Permainan Lempar Bungkus Rokok

07 Aug 2026
Sokai Developer
39 dilihat
0 komentar
Headline, Kenangan, Permainan Tradisonal

Bagi anak-anak yang tumbuh di kampung pada era 1970-an, 1980-an, hingga 1990-an, masa kecil dipenuhi dengan berbagai permainan sederhana yang diciptakan dari benda-benda di sekitar. Salah satu permainan yang cukup populer adalah permainan lempar bungkus rokok. Meski hanya menggunakan bungkus rokok bekas dan sepasang sandal jepit, permainan ini mampu menghadirkan kegembiraan yang luar biasa.

Permainan dimulai dengan mengumpulkan bungkus rokok kosong. Bungkus-bungkus tersebut dilepas, kemudian dilipat menjadi dua agar lebih kokoh. Setelah itu, beberapa bungkus disusun saling mengunci hingga membentuk satu tumpukan yang dapat berdiri tegak. Tumpukan ini diletakkan di dalam garis berbentuk segitiga yang dibuat langsung di atas tanah menggunakan sepotong kayu atau ranting.

Setelah sasaran siap, para pemain berdiri sekitar delapan hingga sepuluh meter dari tumpukan bungkus rokok. Secara bergantian mereka melempar sandal jepit ke arah sasaran. Tujuannya adalah menjatuhkan seluruh tumpukan atau membuat bungkus rokok keluar dari garis segitiga. Semakin banyak bungkus yang berhasil dijatuhkan, semakin besar pula peluang pemain menjadi pemenang.

Permainan ini tampak sederhana, tetapi sebenarnya membutuhkan keterampilan. Pemain harus mampu memperkirakan jarak, mengatur arah lemparan, dan menentukan tenaga yang tepat agar sandal mengenai sasaran. Karena itu, permainan ini melatih ketepatan, konsentrasi, koordinasi, dan kesabaran.

Yang paling berkesan bukan hanya permainannya, tetapi juga suasananya. Anak-anak berkumpul di halaman rumah panggung, di tanah berpasir, atau di jalan kampung yang sepi. Tawa pecah ketika sandal meleset jauh, sementara sorak-sorai terdengar ketika tumpukan bungkus rokok roboh berhamburan. Tidak ada hadiah mewah yang diperebutkan, tetapi kebersamaan dan kegembiraan menjadi hadiah yang paling berharga.

Permainan lempar bungkus rokok juga mengajarkan banyak nilai positif. Anak-anak belajar bergiliran, menghormati aturan, menerima kemenangan maupun kekalahan, serta menjaga hubungan baik dengan teman-temannya. Semua bermain dengan jujur dan saling menghargai tanpa memandang siapa yang paling hebat.

Kini, permainan tersebut mulai jarang terlihat karena anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan telepon pintar dan permainan digital. Padahal, permainan tradisional seperti ini merupakan bagian dari warisan budaya yang mencerminkan kreativitas masyarakat kampung dalam menciptakan hiburan dari benda-benda sederhana.

Permainan lempar bungkus rokok menjadi bukti bahwa kebahagiaan tidak selalu membutuhkan peralatan yang mahal. Dengan beberapa bungkus rokok bekas, sepasang sandal jepit, dan halaman kampung yang luas, masa kecil telah dipenuhi canda, tawa, persahabatan, dan kenangan indah yang masih dikenang hingga hari ini.

Bagikan Artikel
Artikel Terkait

Belum ada artikel terkait.

Komentar (0)


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.