Di sepanjang aliran Sungai Rokan, masih ada satu kebiasaan lama yang tetap digemari masyarakat, yaitu mempopeh ikan bada. Aktivitas memancing ikan kecil yang hidup bergerombol di permukaan air ini bukan sekadar mencari lauk, tetapi juga menjadi hiburan yang menghadirkan ketenangan di tengah alam.
Saat air sungai mulai surut, hamparan pasir dan batu kerikil muncul di bagian tengah sungai. Di sisi kiri dan kanan, air yang jernih hanya setinggi lutut orang dewasa. Kondisi inilah yang menjadi tempat favorit untuk memopeh ikan bada.
Peralatan yang digunakan pun sangat sederhana. Sebatang joran pendek dari buluh dipilih karena ikan bada biasa berenang di permukaan air, sehingga tidak memerlukan joran yang panjang. Di dada, para pemancing menggantungkan lako, yaitu kantong yang dianyam dari daun pandan. Setiap ikan yang berhasil dipancing langsung dimasukkan ke dalam lako sehingga kedua tangan tetap leluasa memegang joran.
Mempopeh ikan bada membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Umpan dilempar perlahan ke arah gerombolan ikan yang sedang bermain di permukaan. Begitu pelampung atau ujung tali bergerak, joran langsung diayunkan dengan cekatan. Dalam hitungan detik, seekor ikan bada sudah menggantung di ujung kail.
Bagi masyarakat setempat, memopeh ikan bada bukan semata-mata untuk mendapatkan hasil tangkapan. Kegiatan ini juga menjadi cara menikmati keindahan Sungai Rokan yang masih alami. Angin sepoi-sepoi, suara aliran air, serta hijaunya pepohonan di sepanjang tepian sungai menciptakan suasana yang menenangkan.
Tak jarang, kegiatan ini dilakukan bersama keluarga atau sahabat. Anak-anak belajar memancing dari orang tua, sementara orang dewasa saling berbagi cerita sambil menunggu ikan menyambar umpan. Kebersamaan seperti inilah yang membuat tradisi memopeh ikan bada tetap hidup dari generasi ke generasi.
Meski zaman telah berubah dan berbagai alat tangkap modern mulai digunakan, memancing ikan bada dengan joran buluh tetap memiliki daya tarik tersendiri. Kesederhanaan alat, keindahan alam, dan nilai kebersamaan menjadikan memopeh ikan bada sebagai salah satu warisan budaya Sungai Rokan yang patut dijaga dan dilestarikan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.