Ada masa yang tak pernah terlupakan dalam kehidupan, yaitu masa remaja saat duduk di bangku SMP. Di usia itu, dunia terasa begitu luas untuk dijelajahi. Rasa ingin tahu lebih besar daripada rasa takut. Bahaya sering kali tidak terpikirkan, yang ada hanyalah semangat untuk bermain bersama sahabat.
Salah satu kenangan yang paling membekas adalah saat kami berenang menyeberangi Sungai Rangau. Lebarnya sekitar seratus meter. Air sungai mengalir tenang, namun tetap menyimpan arus yang harus dihormati. Di seberang sungai terhampar balak-balak kayu yang tersusun rapi, diikat menjadi rakit besar dan terapung di tepi sungai. Tempat itu menjadi tujuan favorit kami.
Sebelum berangkat, kami menyiapkan handuk, sabun, sampo, dan pakaian ganti. Semua barang dimasukkan ke dalam kantong plastik agar tidak basah. Setelah itu kami berenang bersama menuju balak kayu di seberang sungai. Perjalanan terasa jauh, tetapi karena dilakukan bersama teman, rasanya penuh semangat dan canda tawa.
Sesampainya di atas balak, kami beristirahat sejenak sambil menikmati hembusan angin sungai. Setelah itu kami mandi, membersihkan badan, lalu duduk santai di atas susunan kayu yang mengapung. Pemandangan sungai yang luas, suara air, dan aroma kayu basah menjadi kenangan yang sulit dilupakan hingga sekarang.
Setelah selesai mandi dan beristirahat, kami kembali berenang menyeberangi Sungai Rangau untuk pulang. Bagi kami saat itu, semua terasa biasa saja. Tidak ada rasa takut, tidak memikirkan seberapa lebar sungai atau kemungkinan bahaya yang bisa terjadi. Yang kami rasakan hanyalah kebahagiaan sederhana bersama teman-teman.
Kini, ketika mengenang masa itu, saya menyadari bahwa keberanian kami lebih banyak muncul karena masih lugu dan belum memahami risiko sepenuhnya. Kenangan tersebut tetap indah sebagai bagian dari masa kecil, namun juga menjadi pengingat bahwa pengalaman seperti itu perlu disikapi dengan bijaksana. Sungai memiliki arus yang dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga keselamatan harus selalu menjadi prioritas.
Masa SMP memang penuh cerita. Cerita tentang persahabatan, petualangan, dan kenangan yang tak tergantikan. Walaupun waktu telah berlalu, bayangan dua anak yang berenang menyeberangi Sungai Rangau sambil membawa handuk dan sabun menuju balak kayu di seberang sungai akan selalu hidup dalam ingatan sebagai bagian dari indahnya masa remaja.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.