Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1980-an, ketika kehidupan masyarakat kampung masih sangat sederhana. Saat itu belum banyak rumah yang memiliki kamar mandi. Sungai menjadi tempat utama untuk mandi, mencuci pakaian, sekaligus mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari.
Pada masa itu, perempuan yang mandi di sungai biasanya mengenakan kain sarung sebagai penutup aurat.
Suatu sore menjelang waktu Magrib, seorang perempuan pergi ke sungai untuk mandi sambil mencuci beberapa helai pakaian. Ia duduk bersimpuh di atas rakit kayu sederhana yang biasa digunakan warga kampung untuk mandi dan mencuci.
Tanpa disadarinya, seekor ular masuk ke dalam kain basahannya dan perempuan itu tanpa sadar meneruskan aktivitas mencucinya dan setelah beberapa menit kemudian, ketika perempuan itu selesai mencuci dan berdiri tiba-tiba seekor ular jatuh dari dalam kain yang dipakainya.
Perempuan itu sangat terkejut. Tubuhnya gemetar dan jantungnya berdegup kencang. Ia takut ular itu akan menggigitnya. Namun ia tidak berani memukul ataupun menyakitinya.
Dengan suara pelan ia berkata,
"Pergilah... aku tidak mau menyakitimu."
Anehnya, ular itu tidak bergerak. Ia hanya mengangkat kepalanya dan menatap ke arah perempuan tersebut tanpa menunjukkan tanda-tanda hendak menyerang.
Perempuan itu kembali berkata,
"Pergilah... aku tidak akan mengganggumu dan jangan ganggu aku."
Ular itu masih tetap diam. Seolah-olah mendengarkan ucapan perempuan tersebut. Keadaan menjadi sangat menegangkan karena hari mulai gelap dan waktu Magrib hampir tiba.
Dengan rasa takut yang masih menyelimuti dirinya, untuk ketiga kalinya ia berkata,
"Pergilah... jangan ganggu aku. Aku tidak mau menyakitimu."
Beberapa saat kemudian, ular itu perlahan menurunkan kepalanya. Dengan tenang ia merayap menuju tepi rakit, lalu masuk ke dalam air sungai dan berenang perlahan hingga menghilang.
Perempuan itu mengucapkan syukur karena peristiwa tersebut berakhir tanpa ada yang terluka. Setelah memastikan ular itu benar-benar telah pergi, ia membereskan pakaian yang telah dicuci, lalu segera pulang ke rumah sebelum malam tiba.
Kisah ini menjadi salah satu kenangan yang masih diceritakan di kalangan keluarga. Peristiwa tersebut mengingatkan bahwa ketika hidup berdampingan dengan alam, manusia dapat bertemu dengan berbagai satwa liar tanpa diduga. Dalam situasi seperti itu, menjaga ketenangan dan tidak bertindak gegabah dapat membantu menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sambil tetap mengutamakan keselamatan diri dengan menjaga jarak dari satwa liar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.