Sokai Developer
Kota Dumai Riau    sokaideveloper@gmail.com
Senin - Sabtu 08:00 - 17:00 Wib   |   Minggu Libur
NEWS
Lepikal Eka Putra: Menjaga Nada, Merawat Budaya Lewat Karya    Berenang Menyeberangi Sungai Rangau Demi Mandi di Atas Balak    Sabtu Pagi Demi Jaka Swara, Senin Pagi Menghadap Tiang Bendera    Membangun Server Modern: Kendali Penuh Data dan Keamanan di Tangan Anda    Saat TVRI Menjadi Jendela Dunia bagi Warga Kampung    Sungai Rokan Tempo Dulu: Rakit Penjual Minyak yang Menjadi Persinggahan Kapal-Kapal Kayu    SOKAI Developer Hadirkan Solusi Pembuatan Aplikasi Berbasis Online untuk Berbagai Sektor    Tradisi Menyadap Air Enau: Mata Pencarian Masyarakat Kampung yang Sarat Tantangan    Anyaman Tikar Pandan: Keterampilan Perempuan Kampung yang Menopang Ekonomi Keluarga pada Era 1980-an    Mengenang Sungai Rokan Tahun 1986: Berburu Balak Hanyut di Musim Air Besar    Lepikal Eka Putra: Menjaga Nada, Merawat Budaya Lewat Karya    Berenang Menyeberangi Sungai Rangau Demi Mandi di Atas Balak    Sabtu Pagi Demi Jaka Swara, Senin Pagi Menghadap Tiang Bendera    Membangun Server Modern: Kendali Penuh Data dan Keamanan di Tangan Anda    Saat TVRI Menjadi Jendela Dunia bagi Warga Kampung    Sungai Rokan Tempo Dulu: Rakit Penjual Minyak yang Menjadi Persinggahan Kapal-Kapal Kayu    SOKAI Developer Hadirkan Solusi Pembuatan Aplikasi Berbasis Online untuk Berbagai Sektor    Tradisi Menyadap Air Enau: Mata Pencarian Masyarakat Kampung yang Sarat Tantangan    Anyaman Tikar Pandan: Keterampilan Perempuan Kampung yang Menopang Ekonomi Keluarga pada Era 1980-an    Mengenang Sungai Rokan Tahun 1986: Berburu Balak Hanyut di Musim Air Besar   

Lepikal Eka Putra: Menjaga Nada, Merawat Budaya Lewat Karya

26 Jul 2026
Sokai Developer
11 views
Musisi

Di tengah derasnya arus musik modern yang terus berkembang, masih ada sosok-sosok yang memilih berjalan di jalur yang tidak mudah: mempertahankan identitas daerah melalui karya musik. Salah satunya adalah Lepikal Eka Putra, seorang penyanyi sekaligus pencipta lagu yang menjadikan musik bukan sekadar hiburan, melainkan wadah untuk melestarikan bahasa, budaya, dan nilai-nilai kehidupan.

Melalui lagu-lagu yang diciptakannya, Lepikal menghadirkan lirik yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Ia mengangkat pesan tentang persahabatan, keluarga, perjuangan, hingga nasihat kehidupan yang dibalut dengan bahasa daerah, sehingga setiap karya terasa lebih membumi dan mudah diterima oleh pendengarnya.

Salah satu karya yang menarik perhatian adalah "Boka Kan Mati", lagu yang mengandung pesan mendalam tentang kehidupan. Dengan lirik sederhana namun sarat makna, lagu tersebut mengajak pendengar untuk menyadari bahwa hidup memiliki batas dan setiap manusia hendaknya saling menghargai, saling mendoakan, serta meninggalkan kebaikan sebelum ajal menjemput.

Bagi Lepikal, musik bukan hanya profesi, melainkan sebuah hobi yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Di tengah berbagai kesibukan, ia terus menyempatkan diri menulis lirik, menciptakan melodi, hingga merekam lagu-lagu baru. Baginya, setiap karya adalah jejak yang akan tetap hidup meski waktu terus berjalan.

Perjuangan di dunia seni tentu tidak selalu mudah. Menciptakan lagu membutuhkan inspirasi, waktu, biaya, dan kesabaran. Tidak semua karya langsung dikenal masyarakat. Namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berkarya. Justru tantangan tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar, memperbaiki kualitas musik, dan menghadirkan karya yang lebih baik.

Dalam setiap proses kreatifnya, Lepikal berusaha menjaga keseimbangan antara unsur tradisional dan sentuhan musik modern. Langkah ini membuat lagu-lagunya dapat dinikmati oleh berbagai kalangan tanpa kehilangan identitas budaya yang menjadi ciri khasnya. Upaya seperti ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga eksistensi lagu daerah di tengah dominasi musik populer

Tidak berhenti pada lagu daerah, Lepikal juga membuka ruang untuk menciptakan lagu bertema umum,sosial, hingga motivasi. Baginya, musik adalah bahasa universal yang mampu menyampaikan pesan kepada siapa saja tanpa memandang usia maupun latar belakang.

Ke depan, ia berharap semakin banyak generasi muda yang mencintai musik daerah dan berani menciptakan karya dalam bahasa ibu mereka sendiri. Sebab menurutnya, sebuah budaya akan tetap hidup selama masih ada orang yang mau menyanyikannya.

Perjalanan Lepikal Eka Putra menjadi bukti bahwa sebuah hobi yang ditekuni dengan ketulusan dapat berubah menjadi karya yang memberi manfaat bagi banyak orang. Melalui nada dan lirik yang ia ciptakan, ia tidak hanya menghibur, tetapi juga ikut menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

"Selama masih mampu menulis, bernyanyi, dan berkarya, saya akan terus menciptakan lagu. Karena sebuah lagu bukan hanya untuk didengar hari ini, tetapi juga menjadi kenangan dan warisan bagi generasi berikutnya."

Bagikan Artikel
Artikel Terkait

Belum ada artikel terkait.

Komentar (1)


Tagih
Tagih • 26 Jul 2026 12:59

Lagu nya mana?