Sokai Developer
Kota Dumai Riau    sokaideveloper@gmail.com
Senin - Sabtu 08:00 - 17:00 Wib   |   Minggu Libur
NEWS
Perjuangan Perjalanan Menggapai Cita-Cita    Menangkap Ikan Kupiek Dengan Menahan Guntang Ala Tradisional    Asyiknya Memopeh Ikan Bada    Asyiknya Mencari Alo-Alo (Lokan) di Sungai Rokan    Kenangan Tak Terlupakan: Menjala Udang Galah di Simpang Tiga Sungai Rangau    Kenangan Masa SMP: Sepeda Jatuh ke Sungai Saat Pulang Belajar    Mengoca Ikan di Bangka Kayu, Tradisi Lama yang Masih Bertahan Hingga Sekarang    Kehidupan Keluarga di Pondok Ladang dan Teror Gajah Liar pada Masa Dahulu    Jejak Perjuangan Pendidikan Anak Kampung Tempo Dulu    Tradisi Musiman Menangguk Gamak Tetali di Sungai Rokan, Warisan Kampung yang Masih Terjaga    Perjuangan Perjalanan Menggapai Cita-Cita    Menangkap Ikan Kupiek Dengan Menahan Guntang Ala Tradisional    Asyiknya Memopeh Ikan Bada    Asyiknya Mencari Alo-Alo (Lokan) di Sungai Rokan    Kenangan Tak Terlupakan: Menjala Udang Galah di Simpang Tiga Sungai Rangau    Kenangan Masa SMP: Sepeda Jatuh ke Sungai Saat Pulang Belajar    Mengoca Ikan di Bangka Kayu, Tradisi Lama yang Masih Bertahan Hingga Sekarang    Kehidupan Keluarga di Pondok Ladang dan Teror Gajah Liar pada Masa Dahulu    Jejak Perjuangan Pendidikan Anak Kampung Tempo Dulu    Tradisi Musiman Menangguk Gamak Tetali di Sungai Rokan, Warisan Kampung yang Masih Terjaga   

Tradisi Musiman Menangguk Gamak Tetali di Sungai Rokan, Warisan Kampung yang Masih Terjaga

20 Jul 2026
Sokai Developer
5 views
Tradisi

Setiap kampung memiliki tradisi yang lahir dari alam sekitarnya. Bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang Sungai Rokan, salah satu tradisi yang hingga kini masih dinantikan adalah menangguk gamak tetali, yaitu menangkap ribuan anak ikan berukuran kecil yang bermigrasi menuju hulu sungai pada musim tertentu.

Tradisi ini memang tidak dapat dijumpai setiap hari. Kemunculannya bergantung pada musim dan kondisi alam. Namun, ketika waktunya tiba, tepian Sungai Rokan kembali dipenuhi warga yang membawa tangguk untuk menangkap gamak tetali.

Fenomena Alam yang Selalu Dinanti

Masyarakat setempat telah mengenal tanda-tanda datangnya musim gamak tetali sejak dahulu. Saat kondisi air sungai sesuai, ribuan bahkan jutaan anak ikan bergerak beriringan mengikuti arus menuju hulu Sungai Rokan.

Kabar kemunculan gamak tetali cepat menyebar dari mulut ke mulut. Tidak lama kemudian, warga mulai berdatangan ke tepian sungai. Mereka berdiri berjajar di atas tebing dengan jarak beberapa meter satu sama lain agar leluasa menggunakan tangguk.

Di samping mereka terdapat ember, baskom, atau kaleng bekas biskuit yang digunakan sebagai tempat menyimpan hasil tangkapan.

Menangguk di Tepian Sungai

Tradisi ini terlihat sederhana, tetapi membutuhkan ketelitian. Warga memperhatikan arah datangnya gerombolan ikan sebelum menurunkan tangguk ke dalam air.

Ketika rombongan gamak tetali melintas, sekali ayunan tangguk dapat menghasilkan puluhan hingga ratusan anak ikan. Hasil tangkapan kemudian dipindahkan ke dalam wadah, lalu mereka kembali menunggu gerombolan berikutnya.

Suasana di tepian Sungai Rokan menjadi ramai. Orang tua, pemuda, hingga anak-anak ikut menyaksikan atau membantu. Percakapan, tawa, dan semangat kebersamaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi musiman tersebut.

Rezeki dari Alam

Bagi masyarakat kampung, musim gamak tetali merupakan salah satu rezeki yang diberikan alam. Anak-anak ikan hasil tangkapan biasanya dimasak sebagai lauk keluarga atau diolah menjadi berbagai hidangan khas sesuai kebiasaan masyarakat setempat.

Meski hasil tangkapan tidak selalu sama setiap musim, tradisi ini tetap dinanti karena menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang hidup berdampingan dengan Sungai Rokan.

Tradisi yang Masih Bertahan

Berbeda dengan anggapan bahwa tradisi ini telah hilang, menangguk gamak tetali hingga kini masih dilakukan oleh sebagian masyarakat. Hanya saja, sifatnya musiman dan bergantung pada kemunculan gerombolan anak ikan. Karena tidak terjadi setiap waktu, tidak semua orang dapat menyaksikannya.

Bagi warga yang pernah mengalaminya, musim gamak tetali selalu menghadirkan suasana yang khas. Tepian sungai yang biasanya tenang mendadak ramai oleh masyarakat yang berharap mendapatkan rezeki dari alam.

Warisan yang Perlu Dilestarikan

Tradisi menangguk gamak tetali bukan sekadar kegiatan menangkap ikan. Di dalamnya tersimpan nilai kebersamaan, kesabaran, serta pengetahuan lokal tentang musim dan perilaku ikan di Sungai Rokan yang diwariskan secara turun-temurun.

Selama Sungai Rokan tetap terjaga dan alam terus memberikan kehidupan, tradisi musiman ini diharapkan akan tetap menjadi bagian dari identitas masyarakat kampung. Bukan hanya sebagai cara mencari ikan, tetapi juga sebagai warisan budaya yang menghubungkan generasi sekarang dengan kehidupan masyarakat tempo dulu.


Bagikan Artikel
Komentar (0)


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.